MOTIFASI

4 November 2010

* WWW.TOMBO MUMET/ADE.COM

* Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan

* Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.

* Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda

* Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil

* Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru

* Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

* Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan

* Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu

* Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru

* Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah

* Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda

* Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani

* Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

* Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat

* Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan

* Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat

* Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai

* Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan

* Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.

* Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

* Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik.

* Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang

* Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri

* Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.

* Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan.

Di Atas Sejadah Cinta “Ilahi, kasihanilah hambaMu yang lemah ini. Engkau Maha Tahu atas apa yang menimpa diriku. Aku tak ingin kehilangan cintaMu. Namun Engkau juga tahu, hatiku ini tidak mampu mengusir pesona kecantikan seorang makhluk yang Engkau ciptakan. Saat ini hamba sangat lemah berhadapan dengan daya larikan wajah dan suaranya, ya Ilahi, berikanlah padaku cawan kesejukan untuk meletakkan embun-embun cinta yang menitis-nitis dalam dinding hatiku ini. Ilahi, tuntunlah langkahku pada garis takdir yang paling Engkau redhai. Aku serahkan hidup matiku untukMu.”Karya Habiburrahman El-Shirazy Cinta….. Di atas sejadah cinta, novel kegemaran yang menuntun hati dgn cinta, agar kembali pada fitrah cinta nan suci. Cinta… kalimah yang bisa mengetarkan hati. Pada insan yang masih tercari-cari cinta. Cinta itu sesuci embun diwaktu pagi, bak sekudus doa taubat kepada penciptaNya dan alam penuh seribu misteri. Cinta tak mengenal siapakah dia,apakah dia, bagaimanakah dia, dan dari manakah dia.Cinta perasan penuh misteri,namun ianya suci dan indah andai diberikan kpd insan yg benar-benar telh ditakdirkan utk kita…’dia’ lah insan itu….. “Ya Ilahi, wahai pemilik segala hati. Ku bersujud pdMu. Terimalah taubatku dengan dosa2ku ini. Daku berdosa dan derhaka padaMu. Sesungguhnya Engkau mengetahui bahawa di kala ini, hambaMu ini teruji dgn hati dan dunia. Wahai Yang Maha Penyayang, berdosakah daku jika perasaan itu hadir pada hambaMu yang bergelar makhlukMu. Ya Ilahi.. ampunilah dosa-dosaku atas airmata ini yg tidak dapat menahan perasaan cinta itu, sesungguhnya Engkau Maha Mengerti bahawa hati ini tidak bisa menolak fitrah yang Engkau ciptakan. Daku lemah ya Ilahi, lemah dengan dugaan hati yang telah semampu kudrat ku tepis-tepis agar tidak mengganggu cintaku padaMu.. izinkanlah airmata ini mengalir kerna tangisan ini tak mampu ku bendung lagi..” “Wahai Ilahi, tuntunlah daku agar cinta ini suci dalam redhoMu. Janganlah Engkau biarkan daku sendirian. Daku tak berdaya. Sesungguhnya segala isi alam di tanganMu Wahai Yang Maha Tahu. Sesungguhnya, daku tak mahu kehilangan cintaMU..dan juga ku tak mampu memalingkan rasa cintaku padanya. Ya Ilahi, andai Engkau mengetahui dia terbaik dan tercipta untukku, bagi diriku dan agamaku, usahlah Engkau biarlah hatinya dan hatiku terbiar jauh dariMu, dekatkanlah hati kami pada cinta yg suci dengan ikatan yang Engkau redhoi. Satukan hati kami dlam redho dan rahmatMu.” “Ya Ilahi, bimbinglah daku dan dirinya ke jalan yang lurus. Seandainya juga dia bukan terbaik untukku,bukan tercipta untukku. Jadikanlah hatiku ini redho dgn takdirMu. Hilangkanlah dia dari hatiku, mimpiku, dan hidupku saat ini dan selama-lamanya. Temukanlah dia dengan insan yang lebih baik, yang dapat memimpinnya kejalan cintaMu. Temukan daku dgn insan sebaik dirinya. Ampunilah daku ya Ilahi, sesungguhnya daku wanita lemah yang hanya punya airmata sebagai teman. ampunilah daku ya Allah, kerna airmataku ini menitis di hadapanMu kerna makhlukMu, kerna dosa2ku padaMu, kerna setitis cinta pada makhlukmu yang lahir tanpa ku pinta.” “Ya Ilahi, ku ingin hidup dan matiku dlm redho Mu, ampunilah segala dosa-dosaku yang seluas air di lautan , setinggi gunung-gunung ciptaanMU. Ampunilah juga dosa-dosa insan lain. Terimalah taubat hambaMu yang hina ini dan andai takdir Mu telah tertulis di Luh Mahfuz, daku redho apapun yang Engkau takdirkan, walaupun andainya ku kehilangan dunia, dan insan yang kucintai demi meraih cintaMu. Semoga pabila saatku bertemu denganMu, taubatku bersatu dalam rahmatMu. Ku merayu penuh syahdu dengan titisan airmata ini, Engkaulah harapanku,hidupku dan matiku, janganlah hampakan perasaan hambaMu ini….amien.” Cinta itu urusan hati,manakala hati itu urusan Allah.. Jangan bermain dengan hati “Nah, ambil benda ni. Apa ni? Hati aku Hati kau? Hmm.. Kenapa kau sudi kasi pada aku? Sebab kau sebahagian dari aku. Kau lebih dari seorang kawan. Terima kasih. Ianya bererti. Aku terlalu menghargainya. Oh ye ke? Tapi maaf, untuk apa? Sebab. Aku tak beri sepenuhnya. Cuma sebahagian sahaja. Maksud kau. Aku pernah beri pada orang lain juga, tapi aku tak pernah beri kesemuanya. Aku takut aku tiada hati untuk diri sendiri. Mungkin aku takut, ia tak dijaga sebaiknya. Ia bukan seperti barang lain seperti duit, permata dan sebagainya. Ia penuh mistik, ada keajaiban tersendiri. Mistik? Kelakar bunyinya. Mungkin, tapi itu realitinya. Ia berubah mengikut rentak hidup kau. Rentak perasaan orang yang aku beri. Jika dia ikhlas, hati ini akan indah dan bersinar. Tapi, jika dia mempersiakannya, hati ini akan malap. Mungkin akan terus mati untuknya. Ia bukan benda percuma. Hati ini diberi hanya kepada insan yang terpilih. Insan istimewa. Dan kau salah seorang daripada nya, kerana naluri aku terlalu percayakan kau. Aku insan terpilih? Ya, kau terpilih. Hati ini sering bertukar-tukar mengikut perasaan org yang diberikan. Ia terlalu sensitif. Tapi ia cukup kebal dan kental pada musuh aku. “Musuh”, mungkin terlalu kejam untuk aku memperkatakan tentang mereka. Ia tak berubah-berubah seperti yang terjadi jika ia diberi kepada orang istimewa. Hati aku hanya tinggal sebahagian sahaja. Ada org yang tak pernah memulangkannya, walaupun aku hanya pinjamkan sekejap. Ada yang pulangkan dengan penuh kelukaan. Ada yang sudi beri sebahagiaan hatinya pula sebagai ganti. Dan jika kau nak tahu, setiap hati manusia ada nilai tersendiri. Setiapnya terlalu mistik! Cuma satu yang kau tak mengerti. Sekali ia terluka, kadangkala sukar nak mengubatinya. Ada kalanya, mengambil masa yang lama. Dan bila tiba sesuatu yang tak diingini, mungkin pemilik hati itu akan menyendiri seketika, sehingga hatinya pulih seperti sediakala. Hati yang diberi ini bukan untuk suka-suka. Ia lahir atas satu kepercayaan. Dari situ,wujudlah kasih sayang. Jika hilang rasa percaya itu, maka sukar untuk hati itu kembali indah. Make a comment Permalink Sajak ini ku tujukan istimewa buat bakal teman hidupku….. Maafkan ku kerna tak dapat memberikan apa-apa, kerna semua yang ada padaku dan yang menjadi milikku adalah milik Allah, Namun yang mampu ku berikan adalah kejujuran, ketaatan, keikhlasan, kebahagiaan dan ketenangan bersamamu dlm menuju redho ILAHI, selagi nadiku masih bernafas di dunia hingga ke syurga… Tidak Ku impi….. Tidak ku impi kau insan sempurna, Kerna sedar kau jua sepertiku, Mengheret gayutan masa-masa lalu, Akibat kealpaan diri yang dulu, Tidak ku harap engkau insan agung, Diarak pujian maha melambung, Ku akur kau jua sepertiku, Cuba membaiki seribu satu kelemahan diri, Natijah nafsu dan syaitan yang mengulit, Tidakku perlukan serami bangsawan, Menghambuskan aku dengan kemewahan, Jauh sekali pangkat dan gelaran, Yang cuma mulia dibibir manusia, Tapi kosong di sisi ILAHI, Mengangkat riya’ dan takbur dipinggir hati, Aduhai bakal suamiku……. Ku impikan kau seadanya, Meletakkan Allah dan Rasul sebagai matlamat, Berusaha sepenuh kudrat, Membahagiakan aku dan bakal zuriatmu berlandaskan syariat, Moga redha rahmat ILAHI buatmu, aku dan bakal zuriat kita.. menjadi suratan hakikat… Amien… Dr Juanda Jaya SETIAP hamba pasti pernah melalui hari mendung dalam hidupnya. Ketika itu dia akan berada dalam zon iman yang lemah dan keadaan itu membuat dirinya sangat tertekan. Apakah mungkin hidupnya boleh tenang jika hubungan dia dengan Allah Taala terancam? Banyak sebab yang menyumbang kepada keadaan seperti itu. Antaranya ialah jika kita terlalu obses terhadap dunia hingga melupakan matlamat sebenar hidup ini. Tetapi bersyukurlah kepada Allah SWT kerana hati anda masih lagi hidup dan berasa sempit apabila menyedari kealpaan yang lalu. Anda masih memiliki semangat untuk bangkit mencari iman yang hilang. Tetapi persoalannya, di manakah kita boleh menemukan iman yang hilang itu? Ada beberapa tempat yang boleh kita kunjungi untuk mencari keimanan sejati. Antaranya; Di hati kita sendiri. Sesiapa yang mahu memperbaiki diri mesti melihat ke dalam lubuk hatinya. Di situlah asal mula kebaikan bercambah menjadi benih yang baik. Hati yang hidup biasanya sibuk menyoal pada tuannya, kenapa kamu lakukan itu dan ini? Untuk siapa dan apa faedahnya? Hanya ada satu zat yang dapat menguatkan hati kita, apabila kita bersandar padaNya maka hilanglah segala beban yang menyesakkan dada. Siapakah yang kita cari jika hati terlalu sedih? Siapakah yang kita tuju jika mara bahaya telah mengepung dari segenap penjuru? Firman Allah Taala yang bermaksud: “Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudaratan kepadamu maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu maka tidak ada yang dapat menolak kurniaan-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” – (Surah Yunus: Ayat 107). Hati yang sentiasa mengingati Allah SWT, di situlah akan bermula segala kebaikan tercipta. Hati yang membisikkan pada kita supaya bertaubat, melupakan segala yang berlalu dan memulakan hidup baru. Hati adalah tempat jatuhnya pandangan Allah SWT, tempat berkumpul rahmat dan hidayah-Nya bagi mengikis segala syahwat yang melekat di dindingnya. Jika hati boleh disentuh umpama mangkuk kristal yang mahal, tuan empunya sudah tentu menjaganya dengan penuh kasih sayang. Jangan ada debu yang melekat, sentiasa dibersih dan diletak pada tempat yang aman. Tiada tangan kotor yang mampu menjamah. Tapi sayang hati itu begitu murah pada pandangan manusia yang lalai, di biarkan retak menanti pecah berderai oleh dosa yang hitam. Masihkah ada peluang bagi kita membersih hati yang dicipta Allah SWT untuk merasai sejuta nikmat. Nikmat iman dan Islam, nikmat kebahagiaan dan ketenangan. Al-Fudail bin ‘Iyadh berkata: “Sesiapa yang memperbaiki hatinya kerana Allah, nescaya Dia akan memperbaiki amal perbuatanmu. Sesiapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan orang lain.” Iman yang hilang dan kehidupan sempit itu akan segera berakhir jika kita bersedia memperbaiki hubungan kita dengan Allah Taala. Melicinkan hati dari debu yang melekat, kerana tiada seorangpun yang sanggup menderita tanpa cahaya iman.

20 Januari 2010

menemui pengalaman yang sentiasa berubah… Apakah aku telah belajar? Saya belajar, Bahawa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya, Saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai.. Saya belajar, Bahawa memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya… Saya belajar, Bahawa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik. Saya belajar, Bahawa orang yang saya kira adalah orang yang jahat, Justeru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali Serta orang yang begitu perhatian pada saya. Saya belajar, Bahawa persahabatan sejati sentiasa tumbuh walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati. Saya belajar, Bahawa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian seperti yang saya inginkan, Bukan bererti bahawa dia tidak mencintai saya… Saya belajar, Bahawa sebaik-baiknya pasangan itu, Mereka pasti pernah melukai perasaan saya…. Dan untuk itu saya harus memaafkannya…. Saya belajar, Bahawa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain… Kalau tidak mahu dikuasai perasaan bersalah terus menerus… Saya belajar, Bahawa lingkungan dapat mempengaruhi peribadi saya, Tapi saya harus bertanggungjawab untuk apa yang saya telah lakukan… Saya belajar, Bahawa dua manusia dapat melihat sebuah benda, Tapi kekadang dari sudut pandang yang berbeza… Saya belajar, Bahawa tidaklah penting apa yang saya miliki, Tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya.. Saya belajar, Bahawa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi Atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya.. Saya belajar, Bahawa saya punya hak untuk marah, Tetapi itu bukan bererti saya harus benci dan berlaku bengis… Saya belajar, Bahawa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai.. Saya belajar, bahawa orang – orang yang yang saya kasihi, Sering diambil segera dari kehidupan saya… Love does’nt make the world go round. Love is what makes the ride worth while. Buat diriku yang masih perlu belajar, Semoga kita lebih mempelajari dan memahami hidup ini.. ~ Dalam kesibukan mengejar keduniaan dan keredhaan Ilahi, kali ini ana terpanggil untuk turut sama melayarkan pena ini dan menulis di blog ana ini sesuatu yang mungkin memberikan sesuatu erti yang dapat dikongsi bersama. Sebenarnya tiada apa yang ingin dituliskan, namun disebalik ketiadaan itu seperti ada sesuatu yang sepatutnya jari jemari ini sudah lama menuliskan sesuatu yang mungkin ada manfaat disebaliknya untuk semua sahabat-sahabat di luar sana. Firman Allah SWT ini kurenungi..dan kubaca berulang-ulang kali… Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (al-baqarah:286) Ya Allah, perjalanan kian jauh namun hakikatnya sudah hampir ke destinasi akhir usia, usiaku hari demi hari kian berlalu pergi. Di manakah daku? Sesungguhnya daku yakini bahwa Allah tidak membebankan sesuatu kaum itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Pertemuan dan perpisahan adalah suatu ilmu untuk kukutip. Dalam perjalanan mencariMu ya Allah, daku hampir tewas dan aku kini merayu syahdu di pinggir doaku, agar ada waktu yang tersisa ini dapat kuatur untuk hampir padaMu. Daku akui kelemahan diri ini ya Allah, daku benar-benar lemah, tolonglah daku ya Allah! Di saat daku berdiri teguh di sisi sahabat dan keluarga, rupa-rupanya didepan-Mu, daku umpama mawar layu kekeringan. Mawar yang kekeringan air cintaMu, berikan daku sedikit air cintaMu. Sesungguhnya daku dahaga di padang pasir duniawi. Ya Allah, kurniakan daku sahabat-sahabat dan pendamping hatiku insan-insan yang mendekatkan ku kepada-Mu. Perpisahan itu juga sebuah ilmu untukku. Sahabat, perpisahan adalah sebuah memori, walau entah dengan siapa kita pernah memberi dan menerima kenangan itu. Tapi yang pasti…. bagi siapa yang pernah memberi dan menerima kenangan bersamaku, akan ku abadikan ia sebagai lakaran sebuah lukisan ujian dari Allah buat diriku. Sedikit pun tak pernah terlintas difikiranku akan melukiskan sebuah kenangan yang tragis, penuh emosi, penuh kekecewaan, pengorbanan yang tak berbalas, cinta yang tidak kesampaian, hidup yang tersia-sia, kesetiaan yang tak dihargai.. di manakah daku ya Allah? Apabila ku kutip semula FirmanMu… di dalam ayat-ayatMu memberikan daku jawapan atas semua itu, di sebalik semua itu air mataku menjadi kekeringan. Walau air mata ini hakikatnya sudah tiada lagi, yang ada hanya air mata di hati yang tak terlihatkan. Doa kudus ku berikan dari jauh untuk semua insan di luar sana. Semoga rahmat Allah memayungi hati kita. Membuka hati-hati agar lebih kenal akan cinta Allah dan dunia yang cuma sekadar alam fana ini “Wahai diriku, bersabarlah..janganlah berputus asa dalam kehidupan ini. Allah itu dekat, terlalu dekat dari urat lehermu. Jika engkau tidak mendapat apa yang engkau inginkan mungkin Allah akan menggantikan engkau sesuatu pengganti yang lebih baik.” Allah tahu, tetapi engkau tidak tahu apa yang ada di depanmu. Kesatlah air matamu itu, gantikannya dengan senyuman penawar hati di setiap musibah itu. selalulah menyebut Alhamdulillah….Wahai diriku, Allah sayang padamu, dia tahu apa saja keburukan dan kebaikan untukmu, jadi terimalah seadanya takdir PenciptaMu itu. Yakini dan berdoa agar diberikan terbaik dalam hidupmu dna itulah yang terbaik apabila terjadi sesuatu ketetapan. Ya Allah, adakah daku ini terlalu jujur, terlalu baik, terlalu setia, terlalu memberi, terlalu menerima seadanya, terlalu sabar dengan apa pun yang manusia lemparkan padaku, terlalu simpati dan terlalu mudah memaafkan…namun tiadakah sedikit kebahagiaan buatku. Kusedari diri ini penuh dosa, penuh kesalahan dan kekhilafan. setiap waktu ku ingin insafi diri…ku sedar ku tak layak utk syurgaMu, namun kuharapkan mahgfirah dan kasihsayangMu selalu ada dihatiku. Ya Allah, Adakah kerana kebaikan itu daku tak mampu memiliki secebis kebahagiaan dalam hati ini. Ku Cuma inginkan sedikit dan setitis kebahagian itu akan terbit utkku satu hari nanti. Walau setitis cuma, aku amat menghargainya wahai Pencipta hati. “Wahai Pencipta hati, daku redho akan takdirMu. Di sebalik ini semua daku bersyukur padaMu Ya Rabbi. Syukur ku panjat atas segalanya. Daku kini mengerti… sifat sebagai hambaMu, daku sekadar berusaha, sabar… dan jangan sekali berputus asa, segala natijah dan keputusan hanya Allah yang berhak memutuskan dan mengetahui yang terbaik untuk diri setiap manusia. Jalan terakhir hanya berDOA. DIA Maha Tahu apa yang berlaku dihadapan sana. Cuma.. bagaimana kita ingin menghadapi dugaan hati selepas sesuatu hajat kita tidak kesampaian. Ya Allah! Lemahnya diriku ini rupa-rupanya. Ya Allah, hakikatnya cinta Mu adalah cinta segala-galanya. Tetapi bisikan syaitan telah mengoda dan mengalihkan cinta ini agar jauh dariMu. Ya Allah, ku tak seteguh siti khadijah, tak sesuci cinta Rabiatul Adawiyah dan sekental iman siti Asiah. Namun ku ingin mati di saat cintaku satu hanya untukMu. Mati dalam perjuangan mendapatkan redhoMu. Terlalu sukarnya mengapai impian itu… Buat insan yang pernah memberi dan menerima kenangan bersamaku atau bersama insan-insan lain, sesungguhnya kenangan suka atau duka itu adalah sebuah ujian dari Allah utk hati kita. Segala emosi yang lahir adalah merupakan dugaan untuk hati. Kekdang saat kita teruji syaitan telah memainkan jarum memarakkan suasana, dan di saat itu kita terlupa. Astaghfirullahal’azim..sesungguhnya aku telah menzalimi diri sendiri. Wahai diriku, janganlah kecewa atau putus asa, orang beriman apabila terlupa ia akan segera kembali kepada Tuhan, itulah fitrah kejadian manusia….jadikanlah esok adalah hari yang terbaik untuk ku bina hati yang baru bersamaMu. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (Surah Al-Baqarah :216) “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dariNya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal.” – (Surah At-Taubah :129) Catatan pena-cahayakuiman (dimuatkan juga sedikit petikan dari novel terbaru cahayakuiman)

20 Januari 2010

KISAH SEORANG PENDO’A Allah SWT Turun Di Sepertiga Malam Terakhir Sabda Rasulullah saw : “Tuhan kita Yang Maha Luhur dan Maha Agung turun setiap malam kepada langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, seraya menyeru : Adakah yang menyeru Ku maka Aku akan menjawab untuknya, adakah yang memohon pada Ku maka Aku akan memberinya, adakah yang beristighfar pada Ku maka akan Kuampuni untuknya” (Shahih Bukhari) Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh Limpahan Puji Kehadirat Allah, Maha Raja Tunggal dan Abadi, Maha Menguasai Cahaya Keindahan, Cahaya Kasih Sayang bagi segenap hamba Nya. Nurrahman (Cahaya Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Disebut Cahaya karena selalu menuntun kepada kebahagiaan dunia dan akhirat, yang menuntun dan membimbing hamba hamba Nya menuju kesejahteraan dan kebahagiaan yang kekal. Dialah Allah Swt, Cahaya Kasih Sayang terbesar dari semua yang memiliki sifat kasih sayang. Oleh sebab itu Sang Nabi saw selalu berdoa dengan mengakhiri doanya (Nabi Saw) Ya Arhamar Rohiimin (Wahai Yang Maha Berkasih Sayang melebihi semua yang mempunyai sifat kasih sayang) Dialah Allah Swt. Hadirin hadirat, jika kau renungkan tiadalah satu ucapan huruf bisa kita sebutkan terkecuali itu datang dari kasih sayang Allah. Tiadalah kita bisa melihat, mendengar, bergerak dan hidup diatas bumi ini yang milik Allah terkecuali dari Kasih Sayang Illahi. Pengingkaran, kekufuran dan dosa dosa terus mengalir tetapi Dia (Allah Swt) Maha Bersabar siang dan malam. Sebagaimana kita dengar munajat yang tadi dibaca dan dilantunkan dari Hujjatul Islam wabarakatul anam Al Imam Abdullah bin Alawi Al Haddad. Ya Illahi wa Maliki anta ta’lam kaifa haliy (Wahai penciptaku, yang memiliki diriku, Kau Maha Tahu akan keadaanku), Wa bima qad halla qalby min humumi wasytighaliy (dari apa yang mengguncang jiwaku dari kegundahan dan dari kealpaan dan dari hal hal yang lainnya, Kau Yang Maha Tahu Wahai Yang Memiliki diriku, Sang Pemilik dari setiap yang hidup, Dialah Allah Swt. Sang Penguasa bagi mereka yang ada di bentangan alam semesta adalah Allah Jalla wa Alla, Maha Sempurna dan Maha Abadi. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Setiap gerak gerik kenikmatan yang kita lakukan sampai setiap nafas kita, inilah ciri Kasih Sayang Allah kepada kita yang tidak akan diberikan dan tidak mampu diberikan oleh makhluk satu sama lainnya terkecuali Allah Sang Maha Pencipta. Hadirin hadirat, beruntung jiwa yang mengingat Allah, beruntung bibir yang menyebut Nama Allah, beruntung alam pemikiran yang memikirkan keagungan Ilahi. Hadirin hadirat, sampailah kita kepada Hadits Qudsi, dimana Sang Nabi Saw bersabda menceritakan firman Allah riwayat Shahih Bukhari “Yanzilu Rabbuna tabaaraka wa ta’ala fi tsulutsullailil akhir…” (Allah itu turun ke langit yang paling dekat dengan bumi pada sepertiga malam terakhir). Maksudnya bukan secara makna yang dhohir Allah itu ke langit yang terdekat dg bumi, karena justru hadits ini merupakan satu dalil yang menjawab orang yang mengatakan bahwa Allah Swt itu ada di satu tempat atau ada di Arsy. Karena apa? kalau Allah itu sepertiga malam turun ke langit yang paling dekat dengan bumi, kita mengetahui bahwa sepertiga malam terakhir itu tidak pergi dari bumi tapi terus kearah Barat. Disini sebentar lagi masuk waktu sepertiga malam terakhir misalnya, Lalu sepertiga malam terakhir itu akan terus bergulir ke Barat, berarti Allah terus berada di langit yang paling dekat dengan bumi. Tentunya rancu pemahaman mereka. Yang dimaksud adalah Allah itu senang semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat kepada hamba hamba Nya disaat sepertiga malam terakhir semakin dekat Kasih Sayang Allah. Allah itu dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak. Berbeda dengan makhluk, kalau dekat mesti ada sentuhan dan kalau jauh mesti ada jarak. “Allah laysa kamitslihi syai’un” (QS Assyura 11) (Allah tidak sama dengan segala sesuatu). Allah Swt turun mendekat kepada hamba Nya di sepertiga malam terakhir maksudnya Allah membukakan kesempatan terbesar bagi hamba hamba Nya di sepertiga malam terakhir. Sepertiga malam terakhir kira kira pukul 2 lebih dinihari.., kalau malam dibagi 3, sepertiga malam terakhir kira kira pukul 2 lebih, sampai sebelum adzan subuh itu sepertiga malam terakhir, waktu terbaik untuk berdoa dan bertahajjud. Disaat saat itu kebanyakan para kekasih lupa dengan kekasihnya. Allah menanti para kekasih Nya. Sang Maha Raja langit dan bumi Yang Maha Berkasih Sayang menanti hamba hamba yang merindukan Nya, yang mau memisahkan ranjangnya dan tidurnya demi sujudnya Kehadirat Allah Yang Maha Abadi. Mengorbankan waktu istirahatnya beberapa menit untuk menjadikan bukti cinta dan rindunya kepada Allah. Hadirin hadirat, maka Allah Swt berfirman (lanjutan dari hadits qudsi tadi) “Man yad u’niy fa astajibalahu” (siapa yang menyeru kepada Ku maka aku akan menjawab seruannya). Apa maksudnya kalimat ini? maksudnya ketika kau berdoa disaat itu Allah sangat….,. sangat… ingin mengabulkannya untukmu. “Man yasaluniy fa u’thiyahu” (barangsiapa diantara kalian adakah yang meminta pada Ku maka Aku beri permintaannya). Seseorang yang bersungguh sungguh berdoa di sepertiga malam terakhir sudah dijanjikan oleh Allah ijabah (terkabul). Kalau seandainya tidak dikabulkan oleh Allah berarti pasti akan diberi dengan yang lebih indah dari itu. “Wa man yastaghfiruniy fa aghfira lahu” (dan siapa yang beristighfar mohon pengampunan pada Ku disaat itu, akan Kuampuni untuknya). Betapa dekatnya Allah di sepertiga malam terakhir. Hadirin hadirat, disaat saat itu orang orang yang mencintai dan merindukan Allah pasti dalam keadaan bangun dan pasti dalam keadaan berdoa. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari “manusia yang paling khusyu’ (Sayyidina Muhammad Saw) didalam tahajjudnya beliau berdoa “Allahumma lakal hamdu antanurrussamawati wal ardh, Allahumma lakal hamdu anta qayyimussamawati wal ardh, Wa lakal hamdu anta rabbussamawati wal ardh””. “Allahumma lakal hamdu antanurrussamawati wal ardh” (Wahai Allah bagi Mu puji – pujian yang indah, Engkaulah Cahaya langit dan bumi, yang Maha Menerangi langit dan bumi dengan kehidupan, kesempurnaan dan kemegahannya). Cahaya langit dan bumi, Dialah Allah. “Allahumma lakal hamdu anta qayyimussamawati wal ardh” (Wahai Allah bagi Mu puji – pujian yang indah, Engkaulah yang Membangun langit dan bumi). “Wa lakal hamdu anta rabbussamawati wal ardh” (dan untuk Mu puji – pujian, Engkaulah yang Memelihara langit dan bumi). Jika kita dalami ini sangat indah makna kalimat ini “Memelihara langit dan bumi”. Setiap sel yang merangkai manusia, merangkai hewan, merangkai tumbuhan, merangkai bentuk seluruh sel itu mempunyai kehidupan dan membutuhkan nafkah,makanan dan minumannya dan oksigennya dan kehidupannya dan pengaturannya. Siapa yang memeliharanya? Allah Swt. “Rabbussamawati wal ardh” (Yang Memelihara langit dan bumi) Yang Mengatur matahari terbit dan terbenam, Yang Mengatur turunnya hujan dan tidak ada manusia yang mampu mengurangi setetes air hujan yang akan turun ke permukaan bumi. Allah jadikan hujan itu rahmat turun di permukaan bumi, Allah jadikan penghapusan dosa bagi mereka yang terkena musibah sebab hujan, Allah jadikan juga hujan itu “sa’atulijabah” (waktu yang diijabah) sebagaimana sabda Sang Nabi saw “indahu…” (disaat turun hujan itu doa doa dikabulkan oleh Allah), maka berdoalah. Banyak turun hujan, banyak doa dikabulkan. Lalu bagaimana dengan datangnya musibah?, Belasan hadits riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim bahwa “seluruh musibah bagi muslimin muslimat adalah penghapusan dosa baginya”. Jadi musibah itu penghapusan dosa tanpa istighfar. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Demikian indahnya Sang Nabi saw melewati malam malam dan tentunya bukan hanya beliau tapi diteruskan oleh umat tha’ifah ba’da thaifah, (kelompok demi kelompok), generasi demi generasi sampai kita mengingat bagaimana Al Imam Assajjad Ali Zainal Abidin Ibn Husein Ibn Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhum wa karamallahu wajhah. Ketika Al Imam Thawus datang ke Masjidil Haram di sepertiga malam terakhir, mau sholat di dekat Hijr Ismail, dilihat sudah ada orang sholat disitu. Siapa yang sholat tengah malam begini? ruku’, sujud, ruku’, sujud tidak habis habisnya. Ternyata setelah ia perhatikan Imam Ali Zainal Abidin Assajjad. Dikenal Assajjad karena ia sujud setiap malamnya sebanyak 1000X sujud, terkenal dengan sholat malam sebanyak 500 rakaat. Oleh sebab itu dikenal dengan “Assajjad” (orang yang banyak bersujud). Imam Thawus lihat terus Imam Ali Zainal Abidin. Selesai dari sholat sunnah yang demikian dahsyat dan hebatnya, ia bermunajat. Imam Thawus mendengar munajat yang lirih dari doa Al Imam Ali Zainal Abidin, ia tajamkan pendengarannya. Apa sih yang diucapkan imam ini? Imam Ali Zainal Abidin bermunajat “Abduka bi finaa’ik, miskiinuka bi finaaik, faqiiruka bi finaaik, saailuka bi finaaik,” (hamba ini berada di hadapan Mu Wahai Allah, si miskin dihadapan Mu, si fakir berada di hadapan Mu, si pengemis berada di hadapan Mu). Mengemis kepada Allah, miskin di hadapan Allah, Maha Membutuhkan Anugerah dari Allah. Demikian indahnya doa Imam Ali Zainal Abidin Assajjad. Imam Thawus mendengar, ia terus mengulang ulang doa itu. Terus diulang oleh Imam Ali Zainal Abidin. Imam Thawus berkata “tidaklah aku setelah itu, mau berdoa dengan doa apa saja kalau diawali dengan doa Imam Ali Zainal Abidin pasti Allah kabulkan doaku”. Demikian indahnya doa dari jiwa yang suci. Putra beliau Al Imam Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal Abidin Assajjad ketika putranya yaitu Sayyidina Imam Ja’far AshShodiq semasa kecilnya mendengar Ayahnya kalau di sepertiga malam terakhir melakukan sholat yang sedemikian panjang dan lama. Imam Muhammad Al Baqir berdiri bagaikan patung lamanya tidak bergerak di dalam sholatnya, terus di dalam lantunan firman firman Allah dan di dalam tasbih, ruku’ dan sujud. Sedemikian lamanya sampai seakan akan patung karena lamanya tidak bergerak dari panjangnya menikmati bacaan sholat malamnya. Selesai sholat ia pun berdoa dengan doa yang dihafal oleh anaknya ini “Amartaniy falam a’tamir, wa nahaytaniy falam anzajir, haa ana abduka bayna yadayk, mudznibun mukhthi’un, falaa a’tadzir”. Alangkah indahnya doa ini. “Kau beri aku perintah wahai Allah tapi banyak yang tidak kulakukan”. Siapa yang bicara? Imam Muhammad Al Baqir (putra Imam Ali Zainal Abidin, putra Sayyidina Husein, putra Sayyidatuna Fatimah Azzahra, cucunya Rasulullah Saw). Disebut Al Baqir karena ia orang yang sangat luas ilmunya. Imam Malik dan Imam Abu Hanifah mengambil sanad dari Imam Muhammad Al Baqir. Demikian hadirin hadirat, ia berkata “banyak perintah yang Kau berikan padaku wahai Allah dan aku tidak melakukannya dan aku tidak taat. Banyak hal yang sudah Kau larang tapi masih juga ada yang kulanggar larangan Mu, inilah aku sekarang di hadapan Mu Wahai Allah, banyak dosa, banyak salah, dan aku mengaku banyak dosa dosa dan aku tidak mengelak dari dosa dosaku. Memang aku seorang pendosa”. Demikian hebatnya khusyu’ Al Imam Muhammad Al Baqir ibn Ali Zainal Abidin Ibn Husein radiyallahu anhum. Putranya pun demikian Imam Ja’far Ashshodiq alaiha rahmatullah, beliau itu kalau sudah berdoa tidak mau putus dari munajatnya sampai nafasnya sendiri yang kehabisan nafas. Beliau pun juga memanggil Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..sampai habis nafasnya baru berhenti. Lalu diganti Nama Allah dengan yang lainnya Ya Rahman..Ya Rahman..demikian malam malam mereka. Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, Kenapa mereka terus bertahan menikmati saat saat itu karena mereka merasakan kenikmatan besar. Karena Allah memberi keledzatan bagi mereka yang mau menjumpai Kasih Sayang Allah disaat itu. Hadirin hadirat, Allah Swt berfirman di dalam hadits qudsi riwayat Shahih Bukhari “Ana ‘inda dhonni ‘abdihii” (Aku bersama persangkaan hamba Ku). Maksudnya apa? jika hamba Ku ingin dekat pada Ku, Aku lebih ingin dekat padanya, jika hamba Ku ingin pengampunan Ku maka Aku lebih ingin melimpahkan pengampunan untuknya. “Wa ana ma’ahu idza dzakaranii” (Aku bersama hamba Ku jika hamba Ku mengingat Ku, kata Allah). Demikian dekatnya Rabbul Alamin kepada hamba hamba Nya yang mungkin banyak berbuat dosa, memang Dialah (Allah Swt) Yang Maha Dekat dari semua yang dekat. Tadi kita dengar munajat Hujjatul Islam Al Imam Abdullah bin Alawi Al Haddad seraya berkata “Ya Qariban ya mujiban ya a’liman ya sami’an” (Wahai Yang Maha Dekat, Wahai Yang Maha Menjawab, Wahai Yang Maha Mengetahui, Wahai Yang Maha Mendengar). Allah Swt menjawab bukan dengan suara tapi menjawab dengan takdir Nya yang indah. Seseorang bermunajat dan berdoa kepada Allah, tidak mendengar jawaban Allah. Tentunya jawaban Allah lebih agung dari sekedar suara. Jawaban dari Allah bagi mereka yang berdoa adalah rahmat Nya yang jauh lebih luhur daripada sekedar suara. Demikian hadirin hadirat yang dimuliakan Allah, “Ya ‘aliiman ya samii’an” (Wahai Yang Maha Mengetahui, Wahai Yang Maha Mendengar). Kembali ke hadits qudsi tadi “ketika hamba Ku mengingat Ku didalam dirinya maka Aku mengingat hamba Ku didalam diri Ku, ketika hamba Ku mengingat Ku di tempat yang ramai, Aku mengingat hamba Ku dihadapan para malaikatul muqorrobin”. “wa in taqarraba ilayya bi syibrin taqarrabtu ilaihi dzira’aa” (ketika hamba Ku mendekat pada Ku satu jengkal, Aku dekat padanya satu hasta), “wa in taqarraba ilayya dziraa’an taqarrabtu ilaihi baa’aa” (jika hamba Ku mendekat pada Ku satu hasta, Aku mendekat padanya satu depa), “wa in ataani yamsyii ataytuhu harwalah” (jika ia datang dengan melangkah, Aku datang dengan bergegas, kata Allah). Apa maksudnya? kembali seperti yang tadi, bukan Allah itu berjalan mendekat dan lain sebagainya. Maksudnya setiap keinginanmu yang ingin dekat dengan Allah, Allah menjawabnya lebih dekat dari apa yang kau inginkan. Ketika kau mencintai dan merindukan Allah, Allah lebih mencintai dan merindukanmu. Jika ia datang pada Ku dengan melangkah, Aku datang dengan bergegas. Apa maknanya? Jika kau ingin dekat dengan Allah, ingin dicintai Allah, ingin rindu kepada Allah, Allah menjawabnya dengan bersemangat dan lebih dari keinginanmu. Demikianlah Yang Maha Indah yang selalu indah hamba hamba Nya yang memahami keindahan Ilahi dengan keindahan dunia dan akhirat. Seraya berfirman di dalam hadits qudsi riwayat Shahih Bukhari “Aku siapkan untuk hamba hamba Ku yang shalih apa apa yang belum pernah dilihat mata, apa yang belum pernah didengar telinga dan apa yang belum pernah terlintas didalam benak semua alam pemikiran”. Apa maksudnya Allah menyampaikan ini? Maksudnya Allah mengundang kita untuk masuk ke dalam kelompok shalihin. Ini disiapkan untuk hamba Ku yang shalih. Allah sebutkan demikian agar bangkit keinginan hamba Nya untuk ingin bersama orang orang yang shalih pun jika kita tidak mampu mencapai derajat para shalihin paling tidak selalu mencintai para shalihin dan beruntunglah mereka yang mencintai Sayyidina Muhammad Saw wa barak ‘alaih. Orang yang paling mencintai Allah, Nabiyyuna Muhammad Saw. Rahmatan Lil Alamin, Muhammad Rasulullah. Orang yang paling tidak tega melihat umatnya padahal beliau paling benci dengan dosa. Kalau diseluruh dunia ini manusia benci dengan dosa, yang paling benci dengan dosa adalah Nabi Muhammad Saw. Paling benci dengan maksiat tapi beliau juga yang paling perduli kepada para pendosa. Tidak ada yang lebih perduli terhadap para pendosa dari manusia melebihi Nabiyyuna Muhammad Saw. Ketika umatnya berdatangan dan mereka dihalau dari Sang Nabi Saw, seraya berkata “kenapa mereka dihalau?”, “ya Rasulullah mereka berubah, berbuat dosa setelah kau wafat”. Maka Rasul saw berkata “biarkan mereka pergi.., kemanapun mereka mau pergi, silahkan!! Celaka orang yang berubah setelah aku wafat”. Maka umatnya mencari syafa’at kepada Nabi Adam, Nabi Musa, Nabi Ibrahim dan semua Nabi menolak. Kembali lagi kepada Nabi Muhammad saw dan beliau tidak tega. Tadi beliau sudah mengusir tapi ketika mereka kembali karena tertolak oleh semua orang, muncul sifat tidak tega beliau. Beliau berkata Ana Lahaa (akulah yg akan membantu masalah kalian) ini para pendosa, tidak ada lagi yang mau membela di hadapan Allah, tidak ayahnya, tidak ibunya, tidak kekasihnya, tidak keluarganya”. Siapa berani membela pendosa? bayarannya adalah api neraka. Maka Beliau saw pun datang Kehadirat Allah dan bersujud “wahai Allah umatku..umatku..”, Allah berikan syafa’at bagimu wahai Muhammad, beri syafa’at orang yang akan kau beri syafa’at. (…………………hb munzir terdiam sesaat dan mengalirkan airmata dan kehilangan kata kata………) Hadirin hadirat saya tidak perlu berpanjang lebar atas kasih sayang Nabi Muhammad Saw terhadap kita. Renungkan betapa indahnya idola kita, budi pekertinya dan beliau itu ciptaan Allah yang terindah. Kita bermunajat kepada Allah Swt Semoga Allah menerangi jiwa kita dengan cahaya kebahagiaan dan cahaya khusyu’, Rabbiy terangi jiwa kami dengan cahaya Nama Mu Yang Maha Luhur, pastikan semua wajah kami yang hadir akan melihat keindahan Dzat Mu di yaumal qiyamah, pastikan seluruh wajah kami yang hadir tidak akan melihat api neraka selama lamanya, pastikan kami semua yang hadir dalam husnul khatimah, pastikan semua yang hadir Kau limpahkan kesuksesan dan keberhasilan dunia dan akhirat. Wahai Yang Maha Membagi bagikan kebahagiaan sepanjang waktu dan zaman, limpahkan atas semua kami yang hadir kebahagiaan yang milik Mu tanpa batas dunia dan akhirat. Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzaljalali wal Ikram tidak lupa kami berdoa agar Kau hentikan dan Kau cukupkan musibah yang terus turun daripada hujan yang terus mendera muslimin. Ya Rahman Ya Rahiim Ya Dzaljalali wal Ikram kami mengadukan keadaan kami Wahai Yang Memiliki Kami, Wahai Yang Memiliki Bumi dan Langit, Wahai Yang Memiliki panca indera kami, Wahai Yang Mengetahui dimana kami akan pulang dan kami akan berpisah selain Mu, berpisah dengan semua kekasih, berpisah dengan semua teman, berpisah dengan semua harta dan jabatan. Tinggallah Engkau Yang Maha Tunggal. Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah.. Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah Washallallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Sumber : majelisrasulullah.org dalam : http://hotarticle.org/allah-swt-turun-di-sepertiga-malam-terakhir/ 28 Mei 2009

20 Januari 2010

Halo dunia!

20 Januari 2010

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!